Selasa, 06 Maret 2018

"KEISITMEWAAN BERWUDHU SEBELUM TIDUR"

14 Keistimewaan Wudhu’ Sebelum Tidur yang Perlu Kita Ketahui

Wudhu menjadi sesuatu yang akrab bagi kaum muslim. Pasalnya wudhu merupakan salah satu cara bersuci untuk melakukan ibadah dalam islam.


Wudhu menjadi ritual suci, sebelum anda menginjak sajadah dan mengenakan mukena apabila hendak melakukan sholat atau ibadah suci lainnya.

Namun tahukah kamu bahwa melakukan wudhu terlebih dahulu merupakan salah satu kebiasaan Rasul?

Seperti riset yang telah penulis lakukan, manfaat yang dirasakan dari berwudhu sebelum tidur yaitu:


Bebas dari kuman jahat

Membantu menjaga kesehatan kulit
Membantu menjaga kesehatan wajah
Mampu mencerahkan kulit
Hati pun terasa tenang
Nabi bersabda: Barang siapa tidur dalam keadaan berwudhu, maka apabila mati disaat tidur maka matinya dalam keadaan syahid disisi Allah. 
Maksudnya orang yang berwudhu sebelum tidur akan memperoleh posisi yang tinggi disisi Allah.

Pernyataan di atas telah dibuktikan oleh seorang peneliti dari Universitas Alexsandria yaitu Dr Musthafa Syahatah yang sekaligus menjabat sebagai Dekan Fakultas THT, menyebutkan bahwa jumlah kuman pada orang yang berwudhu lebih sedikit dibanding orang yang tidak berwudhu.


Bahkan para ulama dan para peneliti ternama mengemukakan, bahwasanya masih banyak lagi manfaat wudhu sebelum tidur, yaitu:


Bentuk dan upaya menstimulus syaraf pusat

Ketika mati, maka akan dianggap mati syahid (kalau bukan bahasa indonesia biasanya di tulis miring)
Disunnah kan oleh rasulullah
Didoakan oleh malaikat
Merilekskan otot sebelum tidur
Bentuk dan upaya menstimulus syaraf pusat
Menghindari penyakit kulit
Menormalkan detak jantung
Menyembuhkan insomnia
Dan pernyataan di atas pun benar adanya, contohnya salah satu yang di kemukakan oleh peneliti yaitu bentuk dan upaya menstimulus syaraf pusat, seperti peneliti yang dilakukan oleh Prof. Leopold Warner Von Ehrenfels,. 
Beliau adalah psikiater sekaligus ahli di bidang neurology dari Austria mengakui sesuatu yang istimewa ketika seseorang berwudlu.

Pusat syaraf manusia yang paling peka adalah pada bagian tangan, kaki serta sebelah dahi. 

Ketiga bagian ini bisa di katakan sangat sensitif dengan keberadaan air segar. Sehingga ketika seseorang membasuh ketiga bagian tersebut, secara tidak langsung akan menstimulus syaraf pusat.

Di samping itu tentunya anjuran untuk berwudhu juga mengandung nilai ibadah yang tinggi. 

Sebab ketika seseorang dalam keadaan suci.

Jika seseorang berada dalam keadaan suci,berarti ia dekat dengan Allah. 

Karena Allah akan dekat dan cinta kepada orang-orang yang berada dalam keadaan suci.

Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa tidur dimalam hari dalam keadaan suci (berwudhu) maka Malaikat akan tetap mengikuti.


Lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap Ya Allah ampunilah hamba mu si fulan, kerana ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci’. (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar r.a)


Hal ini juga ditulis dalam kitab Tanqih Al-Qand Al-Hatsis karangan Syekh Muhamad Bin Umar An-nawawi Al-mantany.


Dari Umar Bin Harits bahwa Nabi bersabda: Barang siapa tidur dalam keadaan berwudhu, maka apabila mati disaat tidur maka matinya dalam keadaan syahid disisi Allah. 

Maksudnya orang yang berwudhu sebelum tidur akan memperoleh posisi yang tinggi disisi Allah.

Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa berwudhu sebelum tidur merupakan anjuran Nabi yang harus dikerjakan bila seseorang ingin memperoleh kemuliaan disisi Allah.


Hal ini sangat mudah untuk dilakukan, akan tetapi dengan rasa kemalasan yang ditekan oleh godaan setan menjadikan hal itu sebuah kesulitan untuk melakukannya. 

Semoga Allah memudahkan segala kesulitan tersebut.

Ini adalah sebuah hal yang kecil akan tetapi membawa banyak sekali manfaat yang diperoleh. 

Maka dari itu selagi mampu menyempatkan waktu kita untuk berwudhu sebelum tidur maka berwudhulah. Jadikan itu sebuah kebiasaan layak untuk beribadah kepada Allah SWT.
.
Subhanallah, semoga jadi pelajaran yang bermanfaat dan dapat diamalkan
Aamiin

Senin, 29 Oktober 2012

Jumat, 18 November 2011

penghianat



Cinta suci yang putih
Bagai kertas tak bertinta
Tercoreng oleh suatu penghianatan
Hati yang terlanjur terpaut pada suatu hati
Kini hancur bagai kepingan
Pautan jiwa yang berpaling ke lain hati
Membuat cinta ternoda
Jikalau hati lain masuk di antara
 Maka cinta akan menjadi hancur
Cintaku yang kujaga kesuciannya
Kini ternoda oleh kehadiran cinta yang baru
Kekasih yang kupuja-puja
Kini telah berpindah kelain hati
Kini tiada lagi cinta yang kudambakan
Semuanya sudah hancur.........
Angan yang selama ini sudah ku bangun 
Kini hancur oleh suatu
Penghianatan.................

Sabtu, 15 Oktober 2011

Ya Allah,bila yang dirindu belum merindukan maka kuserahkan rindu ini kpd-Mu sang Ilahi,bila yang dicinta belum juga mencintai maka ku titipkan cinta itu pada-Mu Sang Pemberi Cinta,bila yang dinanti belum ada disisi maka ku akan bersabar pada ketetapan-Mu Sang Ilahi.Engkau telah menetapkan segalanya sebelum bumi tercipta,maka ku akan bersabar dan berikhtiar dalam kesendirian serta bertawakkal dlm penantian ini.

Jumat, 13 Mei 2011

INDAH NYA ISLAM ....

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد،

Judul tulisan ini mungkin sudah terlalu sering kita dengar, tapi kemungkinan besar sedikit sekali di antara kita (termasuk penulis sendiri) yang benar-benar telah merasakan hakikatnya. Seandainya kita mau jujur pada diri kita sendiri, sampai saat ini sudah berapa lama kita menjadi seorang muslim? sudah berapa banyak amal ibadah yang kita kerjakan? akan tetapi pernahkah kita merasakan kenikmatan dan kemanisan yang hakiki sewaktu kita melaksanakan ibadah tersebut?
Maka kalau hakikat ini belum kita rasakan, berarti ada sesuatu yang kurang dalam iman kita, ada sesuatu yang perlu dikoreksi dalam keislaman kita. Karena manisnya iman dan indahnya Islam itu bukan sekedar teori belaka, tapi benar-benar merupakan kenyataan hakiki yang dirasakan oleh orang yang memiliki keimanan dan ketaatan yang kuat kepada Allah ?, yang wujudnya berupa kebahagian dan ketenangan hidup di dunia, serta perasaan gembira dan senang ketika beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah ?.
Dan ini merupakan balasan kebaikan yang Allah ? segerakan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan taat kepada-Nya di dunia, sebelum nantinya di akhirat mereka akan mendapatkan balasan yang lebih baik dan sempurna. Hal ini Allah ? sebutkan dalam banyak ayat Al Qur-an, diantaranya: ayat pertama:

(مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ)
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan ” (QS. ِِan Nahl:97).
Ayat kedua: 
(وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَلَأَجْرُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ، الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ)
"Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan berikan kepada mereka (balasan) kebaikan di dunia.Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui. (yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Rabb saja mereka bertawakkal" (QS. An Nahl:41-42).
Ayat ketiga:
(وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعاً حَسَناً إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ)
"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu (di dunia) sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya (di akhirat nanti)" (QS. Huud:3).
Ayat keempat:
(قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ)
"Katakanlah:"Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertaqwalah kepada Rabbmu".Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan.Dan bumi Allah itu adalah luas.Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahala bagi mereka dengan tanpa batas (di akhirat)" (QS. Az Zumar:10).
Dalam mengomentari keempat ayat di atas, Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah – semoga Allah ? merahmatinya – berkata: "Dalam keempat ayat ini Allah ? menyebutkan bahwa Dia akan memberikan balasan kebaikan bagi orang yang berbuat kebaikan dengan dua balasan: balasan (kebaikan) di dunia dan balasan (kebaikan) di akhirat .”
Kemudian kalau kita mengamati dengan seksama ayat-ayat Al Qur-an dan hadits-hadits Rasulullah ? yang mensifati dan menggambarkan ajaran agama islam ini, kita akan dapati bukti yang menunjukkan bahwa agama islam ini Allah ? turunkan kepada manusia sebagai sumber kebahagian hidup yang hakiki dan ketenangan lahir dan batin bagi orang-orang yang memahami dan mengamalkannya dengan baik dan benar.
Di antara ayat2 Al Qur-an tersebut adalah firman Allah ?:
(وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَاناً لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدىً وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ)
"Dan Kami turunkan kepadamu kitab ini (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri" (QS. An Nahl:89).
Juga firman Allah ?:
(يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدىً وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ)
"Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu (dalam Al Qur-an) pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman" (QS. Yunus:57).
Dalam ayat lain Allah ? menegaskan bahwa Dia ? tidaklah menjadikan agama islam ini sebagai beban yang memberatkan dan menyulitkan manusia, Allah ? berfirman:
(يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ)
"Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu" (Al Baqarah:185).